Jantung Koroner
01.16 |
Berbagai jenis penyakit jantung
Kategori jenis
penyakit jantung telah diketahui dan penyebab kelainan struktur dan
fungsi organ jantung telah teridentifikasi baik karena kelainan
genetik, metabolik, infeksi dlsbya.
Kategori dasar yang sering digunakan :
1. Penyakit jantung bawaan
2. Penyakit jantung kongestif- gagal jantung ( Cardiomyopathy)
3. Penyakit Jantung Koroner ( jantung arteriosklerosis)
4. Penyakit Jantung Rematik
1. Pengenalan Sakit jantung bawaan
Kebocoran pada
jantung yang disebabkan belum sempurnanya proses penutupan sekat pemisah
bilik atau serambi jantung kiri dan kanan, lasimnya terjadi pada masa
bayi /anak . Gejala yang sering nampak adalah kebiruan pada bibir, anak
cepat merasa lelah, kadang2 sesak , bahkan mungkin sering pingsan saat
beraktifitas.
Penyakit jantung bawaan tersebut
meliputi a.l : ASD : atrial septal defect , adalah kelainan jantung
karena ada lobang pada sekat serambi jantung., VSD : venticular septal
defect adalah kelainan jantung karena lobang pada sekat bilik jantung,
PDA : Patent ductus arteriosus : kelainan tidak menutunya pembuluh darah
yang menghubungkan aorta dan arteri pulmonalis dan Tetralogi Fallot,
yaitu penyakit jantung bawaan yang merupakan kombinasi penyempitan
pembuluh darah di paru dan adanya lobang pada sekat bilik jantung.
Pemeriksaan penunjang laboratorium
seperti elektrolit darah, analisis gas darah dlsbnya serta rangakaian
pemeriksaan radiologi diperlukan dalam diagnosis penyakit jantung
bawaan, agar tindakan koreksi pada kelainan dapat dilakukan secara
tepat.
2. Pengenalan Penyakit jantung kongestif / gagal jantung
Penyakit pada jantung
karena ketidakmampuan jantung memberikan suply darah yang cukup untuk
kebutuhan seluruh tubuh.Gejala dan keluhan yang menonjol adalah sesak
nafas pada posisi tidur terlentang , nafas mudah tersengal bila
melakukan gerakan jasmani/olah raga, cepat lelah, batuk dan oedema
(pembengkahan sendi pergelangan kaki) sebagai tanda obstruksi kronis
pada pembuluh darah dlsbnya.
Pada umumnya penyakit ini disebabkan
infark myocard, penyakit jantung hipertensi dan kelainan katup jantung,
serta cardiomyopathi (otot jantung). Namun penyebab lainnya sebagi
faktor resiko seperti obesitas, diabetes, merokok, memberikan
konstribusi yang cukup bermakna terhadap kelainan /gagal jantung ini.
Pemeriksaan penunjang baik pada
laboratorium maupun radiologik untuk melakukan identifikasi penyebab
perlu dilakukan secara cermat dan efisien. Karena tindakan yang
dilakukan harus berpijak pada penyebab dasar ( underlying disease),
dan tindakan eksplorasi yang menyeluruh pada penyebab penyakit jantung
kongestif akan sangat membantu tatalaksana pengobatan penderita (sperti
Diabetes, hipertensi dll).
3. Penyakit Jantung koroner ( penyakit jantung arteriosklerosis)
Penyakit jantung
karena adanya penyempitan pembuluh darah arteri koroner dan berakibat
berkurangnya asupan darah dan oksigenasi dinding jantung (miokard).
Penempitan ini karena tersumbatnya sebagian pembuluh darah koroner
tersebut karena gumpalan darah yang lasim disebut trombosis. Proses
tersebut dimulai pecahnya kerak (plaque) arterosklerosis yang memicu
bekuan darah yang kompleks.
Gejala dan keluhan yang spesifik adalah
rasa nyeri dada seperti menekan atau rasa terbakar didada (angina
pectoris) dibagian tengah atau sebelah kiri yang berlangsung 5 sampai 20
menit. Rasa nyeri tersebut menjalar kebahu kiri , terkadang rahang
bawah, leher serta punggung .
Pemeriksaan laboratorium yang sangat
diperlukan untuk menunjang diagnosis PJK adalah CKMB ( Creatine
Kinase-MB) yang kadarnya akan meningkat pada 5 jam pertama serangan akut
tersebut, namun akan menurun setelah 6 jam serangan. Pemeriksaan
laboratorium lainya seperti profil lemak, kadar gula, fibrinogen, tes
agregasi trombosit dlsbya sangat membantu strategi pengobatan yang
tepat sasaran
Rangkaian pemeriksaan lainya seperti EKG (elektrokardiografi), tes uji jantung berbeban, photo thorax, arterografi, scanning dlsbya menentukan tingkat konfirmasi kelainan penyakit jantung koroner tersebut.
Rangkaian pemeriksaan lainya seperti EKG (elektrokardiografi), tes uji jantung berbeban, photo thorax, arterografi, scanning dlsbya menentukan tingkat konfirmasi kelainan penyakit jantung koroner tersebut.
4. Penyakit Jantung Rematik
Penyakit jantung jenis ini karena
infeksi yang berasal dari infeksi streptococcus yang berasal dari sakit
tonsilopharingitis atau infeksi pada gigi atau gusi. Infeksi itu akan
menyebar pada organ jantung melalui aliran darah dan akan menimbulkan
keradangan pada komponen organ jantung.
Penyakit ini lasimnya menyerang katup
jantung ( katup mitral dan tricuspidal) dan dinding jantung
(myocarditis). Kecacatan pada katup mitral dan tricuspidal tersebut akan
menyebabkan stenosis atau insufisiensi dalam memberikan suli darah,
sedangkan miocarditis menyebakan kemampuan memompa suply darah kesluruh
tubuh tergagnggu.
Pemeriksaan laboratorium yang cermat
terhadap kuman penyebab ( ASO titer, C-reactive protein /CRP,darah
lengkap) , serta pemeriksaan klinis baik pada tenggorokan maupun pada
gigi, EKG dan seangkaian pemeriksaan radiologi akan sangat membantu
pengobatan yang sifatnya medikal maupun tindakan koreksi bedah yang
akan dilakukan pada penderita.
Rangkaian pemeriksaan yang umum untuk konfirmasi adanya serangan jantung
Serangan jantung pada penderita pada tahap pertama melalui pemeriksaan EKG
(Elektro kardiogram) berupa rekaman
/gambaran impuls elektrik jantung. Kemudian disusul pemeriksaan
ekhokardiografi dengan ultrasononografi, kedua tes tersebut untuk
menilai struktur dan fungsi jantung, kemudian diikuti dengan tes/
rangkaian pemeriksaan darah untuk deteksi kematian sel otot jantung
yang disebabkan karena terhentinya suply / pasokan darah ke jantung,
khususnya pada otot jantung (miokardium).
Untuk deteksi otot jantung yang mengalami proses kematian ( sekarat) yang lasimnya mensekresi ensim creatin kinase (CK) , lactic dehydrokinase (LDH) dan protein yang disebut troponin T & I.
Rangkaian pemeriksaan khusus
Adapun untuk
konfirmasi yang rinci pada penyakit jantung diperlukan seperti halnya
arteriografi atau scanning untuk konfirmasi lokasi kelainan obstruksi
pada pembuluh darah koroner, dan luasnya daerah miokardium yang mengalami infark.
sumber
http://labparahita.com/parahita/2011/02/periksa-dan-pahami-gejala-serangan-jantung/
Gangguan Faal (Fungsi) Hati
01.11 |
| Gangguan Faal (Fungsi) Hati |
|
Penderita
sering memperlihatkan kepada dokter hasil laboratorium yang mencatat
adanya gangguan faal hati, kemudian meminta penjelasan dari hasil
laboratorium bahkan memohon pengobatan atas gangguan faal hati tersebut.
Sebagai
seorang dokter klinis kita tidak boleh lupa bahwa pertanyaan penderita
itu sebenarnya mengacu pada diagnosis penyakit saya itu apa sebenarnya!
Untuk bisa menjawab pertanyaan tadi dengan jitu, kita harus mengetahui
bagaimana riwayat penyakitnya, simptomatologi serta riwayat yang relevan
dengan kondisi klinisnya. Riwayat mengkonsumsi obat-obatan, termasuk
obat tradisionil, eksposisi dengan zat kimia/makanan juga perlu
diperhatikan. Permeriksaan fisik untuk mencari tanda penyakit hati
kronis seperti palmar erithema, jaundice, spider nevi dansebagainya
sangat membantu dalam menganalisis hasil laboratorium tadi. Harus
diingat bahwa kelainan faal hati, dapat juga dijumpai pada
penyakit-penyakit lain diluar penyakit hati, misalnya penyakit kelenjar thyroid,
payah jantung dan payah ginjal. Karena itu, kita memerlukan pemeriksaan
penunjang lainnya sehingga dapat memberikan kesimpulan dari hasil
laboratorium tadi.
Faal Hati yang sesungguhnya.
Hati
merupakan organ padat yang terbesar yang letaknya di rongga perut
bagian kanan atas. Organ ini mempunyai peran yang penting karena
merupakan regulator dari semua metabolisme karbohidrat, protein dan
lemak. Tempat sintesa dari berbagai komponen protein, pembekuan darah,
kolesterol, ureum dan zat-zat lain yang sangat vital. Selain itu, juga
merupakan tempat pembentukan dan penyaluran asam empedu serta pusat
pendetoksifikasi racun dan penghancuran (degradasi) hormon-hormon
steroid seperti estrogen.
Pada jaringan hati, terdapat sel-sel Kupfer,
yang sangat penting dalam eliminasi organisme asing baik bakteri maupun
virus. Karena itu untuk memperlihatkan adanya gangguan faal hati,
terdapat satu deretan tes yang biasanya dibuat untuk menilai faal hati
tersebut. Perlu diingat bahwa semua tes kesehatan mempunyai sensitivitas
dan spesifisitas yang berlainan, maka interpretasi dari hasil tes
sangat dipengaruhi oleh hal-hal tersebut.
Tes Faal Hati
Karena
faal hati dalam tubuh mempunyai multifungsi maka tes faal hatipun
beraneka ragam sesuai dengan apa yang hendak kita nilai.
Untuk
fungsi sintesis seperti protein, zat pembekuan darah dan lemak biasanya
diperiksa albumin, masa protrombin dan cholesterol. Fungsi
ekskresi/transportasi, diperiksa bilirubin, alkali fosfatase. ∂-GT.
Kerusakan sel hati atau jaringan hati, diperiksa
SGOT(AST), SGPT(ALT). Adanya pertumbuhan sel hati yang muda (karsinoma
sel hati), alfa feto protein. Kontak dengan virus hepatitis B yaitu;
HBsAg, AntiHBs, HBeAg, anti HBe, Anti HBc, HBVDNA, dan virus hepatitis C
yaitu; anti HCV, HCV RNA, genotype HCV.
Secara umum ada 2 macam gangguan faal hati.
1. Peradangan umum atau peradangan khusus di hati yang menimbulkan kerusakan jaringan atau sel hati.
2. Adanya sumbatan saluran empedu.
Aneka macam hasil tes faal hati yang terganggu.
Tes
faal hati yang terjadi pada infeksi bakterial maupun virus yang
sistemik yang bukan virus hepatitis. Penderita semacam ini, biasanya
ditandai dengan demam tinggi, myalgia, nausea, asthenia dan
sebagainya. Disini faal hati terlihat akan terjadinya peningkatan SGOT,
SGPT serta ∂-GT antara 3-5X nilai normal. Albumin dapat sedikit menurun
bila infeksi sudah terjadi lama dan bilirubin dapat meningkat sedikit
terutama bila infeksi cukup berat. (lihat table 1)
Tes faal hati pada hepatitis virus akut maupun drug induce hepatitis. Faal hati seperti Bilirubin direct/indirect dapat meningkat biasanya kurang dari 10 mg%, kecuali pada hepatitis kolestatik, bilirubin dapat lebih dari 10 mg%. SGOT, SGPT meningkat lebih dari 5 sampai 20 kali nilai normal. ∂-GT dan alkalifosfatase
meningkat 2 sampai 4 kali nilai normal, kecuali pada hepatitis
kolestatik dapat lebih tinggi. Albumin/globulin biasanya masih normal
kecuali bila terjadi hepatitis fulminan maka rasio albumin globulin dapat terbalik dan masa protrombin dapat memanjang ( lihat tabel2)
Tes faal hati pada sumbatan saluran empedu. Bilirubin direct/indirect
dapat tinggi sekali (>20 mg%), terutama bila sumbatan sudah cukup
lama. Peningkatan SGOT dan SGPT biasanya tidak terlalu tinggi, sekitar
kurang dari 4 kali nilai normal. ∂-GT dan alkalifosfatase meningkat sekali dapat lebih dari 5 kali nilai normal. Kolesterol juga meningkat (lihat table 3).
Tes faal hati pada perlemakan hati (fatty liver). Albumin/globulin dan Bilirubin biasanya masih normal. SGOT dan SGPT meningkat sekitar 2 sampai 3 kali nilai normal demikian juga ∂-GT dan alkalifosfatase meningkat sekitar ½ sampai 1 kali dari nilai normal . Kadar triglyserida
dan kolesterol juga terlihat meninggi. Kelainan ini sering pada wanita
dengan usia muda/pertengahan, gemuk dan biasanya tidak ada keluhan atau
mengeluh adanya perasaan tak nyaman pada perut bagian kanan atas. Pada kasus perlemakan hati yang primer maka semua pertanda hepatitis C harus negatif. (lihat tabel 4)
Adanya pertanda hepatitis virus dalam darah penderita.
Penderita
hepatitis A akut atau baru sembuh dari hepatitis A, ditandai dengan IgM
anti HAV yang positif. Sedang IgG anti HAV positif sering ditemukan
pada anak atau orang dewasa dari negara berkembang dengan sanitasi
lingkungan yang jelek. Ini menandakan penderita pernah terinfeksi virus
hepatitis A dimasa lalu. Karena itu prevalensi IgG HAV dapat dipakai sebagai indeks sanitasi lingkungan suatu negara.
Sembuh
dari infeksi Hepatitis B, ditandai dengan menghilangnya HBsAg dan
timbulnya anti HBs. Sedang IgM Anti HBc pos, berarti baru (recent) terinfeksi dengan hepatitis B.
Hepatitis B yang menahun.
1. Hepatitis kronis fase replikatip/toleran. Ditandai dengan HBsAg+, HbeAg+, HBVDNA+ ( kuantitatif dapat >105 copy/ml). Tapi Faal hatinya normal.
2. Hepatitis kronis reaktif aktif (necro-inflamatory stage). Ditandai dengan HBsAg+, HBeAg+, HBVDNA+ (kuantitatif dapat >105 copy/ml). Tapi Faal hati nya Abnormal, terutama SGOT/PT tinggi (>3X nilai normal), albumin/globulin biasanya masih normal, bilirubin dapat menigkat sedikit (< dari 3 mg%)
3. Hepatitis khronis B mutant. Disini HBsAg+, HBeAg negatif, tetapi anti HBe+, dan HBV DNA+. Liver fungsinya terganggu. Biasanya penderita ini, mempunyai penyakit hati yang lebih berat.
4. Hepatitis inaktif/integratif. HBsAg+, Anti HBe+, HBV DNA negatif atau dibawah < 103 copy/ml dan faal hatinya normal.
5. Sirosis hati B, rasio albumin/globulin terbalik, Bilirubin meningkat
(< dari 5 mg%), SGOT> SGPT, biasanya meningkat sekitar 2 s/d 4
kali normal, tapi pada yang sirosis berat SGOT/SGPT dapat normal.
HBsAg+, HBeAg/anti HBe dapat positif. HBV-DNA seringnya sudah negatif.
Hepatitis C
1. Sembuh dari hepatitis C, ditandai dengan anti HCV+, HCV-RNA – (negatif), faal hati yang normal.
2. Hepatitis C kronik, ditandai dengan Anti HCV+, HCV-RNA +, faal hati sebagian terbesar terganggu, tapi bisa normal pada sebagian kecil penderita.
3. Sirosis hati C, rasio albumin/globulin terbalik, Bilirubin meningkat(
< dari 5mg%), SGOT > SGPT, biasanya meningkat sekitar 2 s/d 4
kali normal, tapi pada yang sirosis berat SGOT/SGPT dapat normal. Anti
HCV dan HCV-RNA positif.
Genotype hepatitis.
Pada
hepatitis B ada 8 genotipe dan diberi nama abjad A sampai dengan H. Di
Indonesia terutama genotipe B dan C. Hepatitis C ada 6 genotipe dan
diberi nama angka 1 sampai 6. Dalam satu genotipe ada dibagi lagi
menjadi sub-genotipe dan tambahan huruf kecil dari a sampai c. Di
Indonesia yang terbanyak adalah genotipe 1b. (> 65%)
Kelainan faal hati yang tidak specific
Hal
ini biasanya terjadi pada penderita penyakit hati yang telah
mempengaruhi fungsi dari organ lain seperti ginjal, paru jantung dsb.
Dalam hal seperti ini, gambaran klinis serta pemeriksaan penunjang
seperti USG, CT scan dan ERCP (Endoscopy Retrograde Cholangio Pancreatography) atau bahkan biopsi hati biasanya diperlukan untuk menegakan diagnosisnya.
Hasil laboratorium faal hati yang normal pada penderita penyakit hati yang menahun.
Penderita
kronik hepatitis B pada yang fase replikatif, inaktif/integratif sering
menunjukan hasil laboratorium yang normal. Juga pada penderita
hepatitis C (dengan HCV-RNA+), juga dapat menunjukan tes faal hati yang
normal. Pada
penderita sirosis hati yang kompensata juga sering mempunyai tes faal
hati yang normal. Pada sirosis hati yang sudah lanjut sering kita
mendapatkan kadar SGPT/SGOT normal, hal ini terjadi karena jumlah sel
hati pada sirosis berat sudah sangat kurang sehingga kerusakan sel hati
relatif sedikit. Tapi kadar bilirubin akan terlihat meninggi dan perbandingan albumin/globulin akan terbalik. Bila kita cermati lebih teliti maka kadar SGOT akan lebih tinggi SGPT.
Pelaporan hasil petanda hepatitis virus secara kuantitatif dan kualitatif.
1. Hepatitis B.
Pemeriksaan kualitatif selalu lebih sensitif
dari pada pemeriksaan kuantitatif. Cara pemeriksaan kuantitiatif
hepatitis B dikerjakan dengan bermacam cara dan tiap cara mempunyai
sensitivitas tertentu dan juga pelaporannya dapat memakai satuan
tertentu. Lihat tabel 5. Hasil kuantitiatif hepatitis B diatas 105 copy/ml dianggap batas untuk diobati.
2. Hepatitis C.
Juga
pemeriksaan kualitatif lebih sensitif dari kuantitatif. Ada bermacam
cara pemeriksaan kuantiatif HCV dan mempunyai rentang sensitivitas yang
berbeda. Hasil kuantitatif dari 1 cara pemeriksaan kuantitatif HCV, tidak dapat disamakan hasilnya dengan pemeriksaan HCV dengan cara yang lain. Tabel 6
Penyakit yang jarang tapi menunjukan gangguan faal hati
- Penyakit thyroid/kelenjar gondok.
- Penyakit hati auto immune (AIH)
- Wilson disease
- Alpha-1-antitrypsisn deficiency
- Celiac disease
- Muscle disorders
- sumber http://medicastore.com/penyakit/613/Pemeriksaan_Diagnostik_Untuk_Penyakit_Hati_&_Kandung_Empedu.html
Cerita Perihal Muslimah Sejati
00.50 |
Seorang gadis kecil bertanya kepada ayahnya : “Ayah… ceritakanlah kepadaku perihal muslimah sejati”.
Si ayah pun menolehkan mukanya seraya melontarkan senyuman manisnya ke arah anak kecilnya itu. “Anakku… Seorang muslimah yang sejati bukanlah dilihat dari kecantikan dan keayuan paras wajahnya semata-mata. Wajahnya hanyalah satu peranan yang teramat kecil saja. Tetapi, muslimah yang sejati dilihat dari kecantikan dan ketulusan hatinya yang tersembunyi. itulah yang terbaik”.
Allah tidak melihat kepada tubuh kalian dan tidak pula kepada bentuk kalian. Allah hanya melihat kepada hati dan perbuatan kalian. (Hadis riwayat Muslim)
Si ayah terus menyambung…
“Muslimah sejati juga tidak dilihat dari bentuk tubuh badannya yang mempersonakan, tetapi dilihat dari sejauh mana ia menutupi bentuk tubuhnya yang mempersona itu. Muslimah sejati bukanlah dilihat dari sebanyak manakah kebaikan yang diberikannya, tetapi dari keikhlasan ketika ia memberikan segala kebaikan itu. Muslimah sejati bukanlah dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya, tetapi dilihat dari apa yang sering mulutnya bicarakan. Muslimah sejati bukan dilihat dari keahliannya berbahasa, tetapi dilihat dari bagaimana caranya ia berbicara dan berhujjah kebenaran”.
Berdasarkan ayat 31, surah An-Nuur, Abdullah ibn Abbas, Ibn Omar, Atha, Ikramah dan lain-lainnya berpendapat : Seseorang wanita Islam hanya boleh mendedahkan wajah, dua tapak tangan dan cincinnya di hadapan lelaki yang bukan mahramnya. (As-Syeikh Said Hawa di dalam kitabnya Al-Asas fit Tafsir)
“Janganlah perempuan-perempuan itu terlalu lunak dalam berbicara sehingga berkeinginan (menghairahkan) orang yang ada perasaan dalam hatinya, tetapi ucapkanlah perkataan-perkataan yang baik”. (Surah Al-Ahzab : 32)
Si ayah diam sejenak sambil melihat kepada wajah manis puteri kecilnya itu.
“Lantas apa lagi ayah?” Sahut puteri kecil terus ingin tahu.
“Ketahuilah wahai puteriku… Muslimah sejati bukan dilihat dari keberaniannya dalam berpakaian grand tetapi dilihat dari sejauh mana ia berani mempertahankan kehormatannya melalui apa yang dipakainya. Muslimah sejati bukan dilihat dari kekhawatirannya digoda orang di tepi jalanan tetapi dilihat dari kekhawatiran dirinyalah yang mengundang orang lain jadi tergoda. Muslimah sejati bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujian yang ia jalani tetapi dilihat dari sejauh mana ia menghadapi ujian itu dengan penuh rasa ridha dan kehambaan kepada Rabb-nya. Dan ia sentiasa bersyukur dengan segala karunia yang diberikan.”
“Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan mukmin, hendaklah mereka menundukkan pandangan mereka dan menjaga kemaluan mereka (tidak berzina atau mendekati zina)”. (Surah An-Nuur : 31)
“Dan ingatlah anakku…Muslimah sejati bukanlah dilihat dari sifat mesranya dalam bergaul, tetapi dilihat dari sejauh mana ia mampu menjaga kehormatan dirinya dalam bergaul”.
“Sesungguhnya kepala yang ditusuk dengan besi itu lebih baik daripada menyentuh kaum yang bukan sejenis yang tidak halal baginya”. (Hadis Riwayat At-Tabrani dan Baihaqi)
Setelah itu si anak kembali bertanya, “Siapakah yang memiliki kriteria seperti itu ayah…? Bolehkah saya menjadi sepertinya…? Mampukah dan layakkah saya ayah…?
Si ayah memberikannya sebuah buku dan berkata, “Pelajarilah mereka…! Supaya kamu berjaya nanti. insyaAllah kamu juga boleh menjadi muslimah yang sejati dan wanita yang sholehah kelak. Malah, semua wanita boleh”.
Si anak pun segera mengambil buku tersebut lalu terlihatlah sebaris perkataan berbunyi ISTERI RASULULLAH…
“Apabila seorang perempuan itu sembahyang lima waktu, puasa di bulan Ramadhan, menjaga kehormatannya dan mentaati suaminya, maka masuklah ia ke dalam syurga daripada pintu-pintu yang ia kehendakinya”. (Riwayat Al-Bazzar)
Si ayah pun menolehkan mukanya seraya melontarkan senyuman manisnya ke arah anak kecilnya itu. “Anakku… Seorang muslimah yang sejati bukanlah dilihat dari kecantikan dan keayuan paras wajahnya semata-mata. Wajahnya hanyalah satu peranan yang teramat kecil saja. Tetapi, muslimah yang sejati dilihat dari kecantikan dan ketulusan hatinya yang tersembunyi. itulah yang terbaik”.
Allah tidak melihat kepada tubuh kalian dan tidak pula kepada bentuk kalian. Allah hanya melihat kepada hati dan perbuatan kalian. (Hadis riwayat Muslim)
Si ayah terus menyambung…
“Muslimah sejati juga tidak dilihat dari bentuk tubuh badannya yang mempersonakan, tetapi dilihat dari sejauh mana ia menutupi bentuk tubuhnya yang mempersona itu. Muslimah sejati bukanlah dilihat dari sebanyak manakah kebaikan yang diberikannya, tetapi dari keikhlasan ketika ia memberikan segala kebaikan itu. Muslimah sejati bukanlah dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya, tetapi dilihat dari apa yang sering mulutnya bicarakan. Muslimah sejati bukan dilihat dari keahliannya berbahasa, tetapi dilihat dari bagaimana caranya ia berbicara dan berhujjah kebenaran”.
Berdasarkan ayat 31, surah An-Nuur, Abdullah ibn Abbas, Ibn Omar, Atha, Ikramah dan lain-lainnya berpendapat : Seseorang wanita Islam hanya boleh mendedahkan wajah, dua tapak tangan dan cincinnya di hadapan lelaki yang bukan mahramnya. (As-Syeikh Said Hawa di dalam kitabnya Al-Asas fit Tafsir)
“Janganlah perempuan-perempuan itu terlalu lunak dalam berbicara sehingga berkeinginan (menghairahkan) orang yang ada perasaan dalam hatinya, tetapi ucapkanlah perkataan-perkataan yang baik”. (Surah Al-Ahzab : 32)
Si ayah diam sejenak sambil melihat kepada wajah manis puteri kecilnya itu.
“Lantas apa lagi ayah?” Sahut puteri kecil terus ingin tahu.
“Ketahuilah wahai puteriku… Muslimah sejati bukan dilihat dari keberaniannya dalam berpakaian grand tetapi dilihat dari sejauh mana ia berani mempertahankan kehormatannya melalui apa yang dipakainya. Muslimah sejati bukan dilihat dari kekhawatirannya digoda orang di tepi jalanan tetapi dilihat dari kekhawatiran dirinyalah yang mengundang orang lain jadi tergoda. Muslimah sejati bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujian yang ia jalani tetapi dilihat dari sejauh mana ia menghadapi ujian itu dengan penuh rasa ridha dan kehambaan kepada Rabb-nya. Dan ia sentiasa bersyukur dengan segala karunia yang diberikan.”
“Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan mukmin, hendaklah mereka menundukkan pandangan mereka dan menjaga kemaluan mereka (tidak berzina atau mendekati zina)”. (Surah An-Nuur : 31)
“Dan ingatlah anakku…Muslimah sejati bukanlah dilihat dari sifat mesranya dalam bergaul, tetapi dilihat dari sejauh mana ia mampu menjaga kehormatan dirinya dalam bergaul”.
“Sesungguhnya kepala yang ditusuk dengan besi itu lebih baik daripada menyentuh kaum yang bukan sejenis yang tidak halal baginya”. (Hadis Riwayat At-Tabrani dan Baihaqi)
Setelah itu si anak kembali bertanya, “Siapakah yang memiliki kriteria seperti itu ayah…? Bolehkah saya menjadi sepertinya…? Mampukah dan layakkah saya ayah…?
Si ayah memberikannya sebuah buku dan berkata, “Pelajarilah mereka…! Supaya kamu berjaya nanti. insyaAllah kamu juga boleh menjadi muslimah yang sejati dan wanita yang sholehah kelak. Malah, semua wanita boleh”.
Si anak pun segera mengambil buku tersebut lalu terlihatlah sebaris perkataan berbunyi ISTERI RASULULLAH…
“Apabila seorang perempuan itu sembahyang lima waktu, puasa di bulan Ramadhan, menjaga kehormatannya dan mentaati suaminya, maka masuklah ia ke dalam syurga daripada pintu-pintu yang ia kehendakinya”. (Riwayat Al-Bazzar)
surat cinta bahasa inggris
00.46 |
My Heart and Soul (Jiwa dan Hatiku)
By : Michele
Dear Tigger,
I never thought that I
could ever love again but you came into my life 3 months ago and showed
me that I can. I have never been as in love with anyone before as I am
with you, every day you bring something new. You make me laugh and have
never made me cry. Without your love I would probably die.
I
promise you this, from this day forth: I will love you forever - don't'
ever doubt that. I will never want anyone else's touch but yours; you
make me feel like I am the only woman in the world. You are the only man
in the world as far as I am concerned. You are my heart and soul. I
feel as though we are meant to be together, that we have been brought
together by God. I have always believed that I had a soul mate out there
and I am sure that is you, I see it every time I look into your eyes
and I feel it when you hold me in your arms. Baby, my sweet baby, I love
you. Yours always,
Michele
I'm Forever Yours (Aku Milikmu Selamanya)
by Jennifer
Dear Jesse,
There are no words to express how I feel
about you. I constantly search for the words, and they all seem less
than I truly feel. You are my life, my heart, and my soul. You are my
best friend. You are my one true love. I still remember the day we first
met. I knew that you were the one I was meant to be with forever. As
the years went by and we drifted apart, I still held onto the memory of
you. I thought of you every day, and dreamed of you each night.
Just when I thought you had forgotten
me, you would call and make all my dreams seem real. The sound of your
voice on the line, was the sweetest sound I would ever find. Then one
day you gave me a call, and told me I might have a chance to rectify it
all. My heart was beating hard within my chest. My hand was shaking and I
could barely breathe. Then you came out to see me and I knew it was
meant to be. Those were the sweetest days, of memories of the past. It
went so quickly, I wanted it to last.
The day you left, I wanted to die. You
called me again, your voice on the line. I had to be near you, lying on
your chest. I need to show you, that you were the best. So I made the
decision to tell you how I feel. When you said you felt the same, I felt
it was a dream. I packed up my stuff and altered my life. I never
looked back, now you will make me your wife.
I am on a cloud, living in a dream, and a
few days from now, it will really feel real. I wrote this letter for
you to keep, and when you need a reminder of how I feel. I've said it
before and I'll say it again, words cannot express how you make me feel.
I make this promise to you my dear, to love you the way that you love
me. I now look to the future and forget the past, your life is mine and
we will make it last. I love you more today than I did yesterday, and
I'll love you more tomorrow than I do today. With all my heart I am
forever yours.
Love Always and Forever,
Langganan:
Postingan (Atom)










